Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Pengurangan Resiko Bencana di sekolah dengan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

Bukittinggi, SMP Negeri 4 Bukittinggi bekerjasama dengan Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) kota Bukittinggi menyelenggarakan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Pengurangan Resiko Bencana di sekolah dengan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana Sabtu (04/12).

Sosialisasi di halaman SMPN 4 Bukittinggi berdurasi satu jam 20 menit diikuti sekitar 200 orang siswa, guru dan pegawai SMPN 4. Acara menghadirkan Tim Penyuluh dipimpin Reynaldo dari BPBD kota Bukittinggi didampingi fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) SMPN 4 Bukititnggi Asaato Telaumbanua, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Dalam paparannya, Reynaldo menjelaskan, menurut Permendikbud No. 33 Tahun 2019, Program Satuan Pendidikan Aman Bencana yang selanjutnya disebut Program SPAB adalah upaya pencegahan dan penanggulangan dampak Bencana di Satuan Pendidikan. Dalam hal ini terdapat tiga pilar dalam pelaksanaan SPAB yakni Fasilitas Sekolah Aman, Managemen Penanggulangan Bencana serta Pendidikan pencegahan dan pengurangan resiko bencana di Sekolah.

“Adapun tujuan dilaksanakannya SPAB tersebut tidak lain untuk mewujudkan Satuan Pendidikan aman bencana. Untuk Kota Bukittinggi telah dilatih tenaga Fasilitator SPAB dari perwakilan sekolah yang ada di Bukittinggi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020 lalu dan akan terus di tindak lanjuti secara berkesinambungan kedepannya” ujar Reynaldo.

Salah satu bahaya Bencana yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut adalah Ancaman Bencana Gempa di sekolah. Hal ini juga terkait karena dalam kurun waktu terakhir sering terjadi Gempa, sedangkan SMPN 4 Bukittinggi termasuk lokasi yang rawan karena saat ini memiliki gedung-gedung berlantai tiga. Disitu dijelaskan beberapa tindakan yang harus dilakukan siswa dan warga sekolah saat terjadinya Gempa, seperti tetap tenang dan tidak panik saat terjadi gempa, berlindung dibawah kolong meja dan melindungi kepala dengan tangan, buku yang tebal atau tas yang berisi buku, menghindari dinding dan lemari yang bisa rubuh dan sebagainya. 

Antusis siswa dan warga sekolah dalam mengikuti sosialisasi sekaligus mempraktekkan sejumlah tindakan yang dapat dilakukan siswa dan guru ketika terjadi bencana cukup tinggi. Hal itu terlihat ketika beberapa siswa dan guru tampil menjawab pertanyaan dari Tim penyuluh usai dijelaskannya sejumlah materi tentang penanganan Bencana di sekolah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + eighteen =